Minggu, 11 Januari 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar2

   PERTUMBUHAN INDIVIDU
A.   Pengertian individu
Individu berasal dari kata latin individuum artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

B.    Pengertian pertumbuhan
Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi
C.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Dalam membahas pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat di golongkanmenjadi 3, yaitu:
a)     Pendirian nativistik
b)     Pendirian empristik dan environmentalistik
c)     Pendirian konvergensi dan interaksionisme
d)     Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
·         Masa vital yaitu dari 0.0 sampai kira-kira 2.0
·         Masa estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun
·         Masa intelektual dari kira-kira 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
·         Masa sosial kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun

a.       Masa Vital
Pada masa vital iniindividu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Freud tahun pertama dalam kehidupan individu sebagai masa oral, karna mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan.

b.      Masa estetik
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindra.

c.       Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)
Setelah anak melewati masa goncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk di didik dari padamasa-masa sebelum dan sesudahnya.

d.      Masa remaja
Masa remaja adalah masa dimana banyak menarik peratian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya.

2)   Macam-macam Fungsi Keluarga
Pekerjaan – pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci ke dalam beberapa fungsi, yaitu:
a.   Fungsi Biologis
Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
b.   Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c.    Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
                                                          i.     Kebutuhan makan dan minum
                                                        ii.     Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
                                                      iii.     Kebutuhan tempat tinggal.

Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
d.   Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e.   Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik burukna perbuatan dan lain-lain.
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
                                                i.     Pembentukan kepribadian
                                              ii.     Sebagai alat reproduksi
                                            iii.     Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
                                             iv.     Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.
                                               v.     Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan

MAKNA KELUARGA
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling pentik didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan ini berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Keluarga yang bersifat murni merupakan satu kesatuan social mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
5 macam sifat terpenting :
1)    Hubungan suami-isteri
Hubungan ini mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu singkat saja, ada yang berbentuk monogamy, ada pula yang berbentuk poligami.
2)      Bentuk perkawinan dimana suami-istri itu diadakan dan dipelihara
Dalam pemilihan jodoh bisa dilihat apakah calon suami-istri dipilih oleh orangtuanya, atau diserahkan langsung kepada yang bersangkutan. Selanjutnya perkawinan ini ada yang berbentuk indogami (kawin di dalam golongan sendiri) atau exogami (kawin diluar golongan sendiri).
3)      Susunan nama-nama termasuk dan istilah-istilah termasuk menghitung jumlah keturunan
4)      Milik atau harga benda keluarga
Dimanapun keluarga itu berada pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya
5)      Pada umumnya keluarga itu tempat bersama

C. MAKNA MASYARAKAT
                Ada beberapa definisi mengenai masyarakat seperti misalnya:
·      R. Linton: masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama tinggal dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
·      M.J. Herkovist: masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
·      J.P Gillin dan J.L. Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
·      S.R. Steinmetz : kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, dan mempunyai perhubungan erat dan teratur.
·      Hasan Shadily : golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Mengingat definisi-definisi masyarakat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
Ø  Harus ada pengumpulan manusia, bukan binatang, dan harus banyak
Ø  Telah bertempat tinggal yang lama dalam suatu daerah tertentu.
Ø  Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Menurut Ellwood, factor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama ialah:
a.    Dorongan untuk mencari makan, untuk mencari makan akan terasa lebih mudah bila dilakukan bersama-sama.
b.    Dorongan untuk mempertahankan diri.
c.     Dorongan untuk melangsungkan jenis.

Manusia  dalam bentuk manapun tersusun dalam kelompok-kelompok. Fakta ini menunjukan manusiamempunyai social akan pembawaan kemasyarakatan ( sejumlah sifat-sifat dapat berkembang dalam pergaulan dengan sesamanya) seperti hasrat bergaul dan sebagainya.
Suatu himpunan manusia supaya merupakan kelompok social harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:
Ø  Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia adalah bagian dari kelompoknya.
Ø  Ada hubungan timbale balik antara naggota-anggotanya
Ø  Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan sebagainya.
Kurang lebih 81,2% dari wilayah Indonesia bertempay yinggal di desa. Partisipasi masyarakat pedesaan amat diperlukan bagi pembangunan dan sekaligus akan meningkatkan penghidupanmasyarakat dipedesaan.
Setiap Program Pembangunan di desa dimaksudkan untuk membantu dan memacu masyarakat desa membangun berbagai sarana dan prasarana desa yang diperlukan.  Sebelum berbincang mengenai fungsi dan peranan desa, perlu diketahui dahulu arti desa itu sendiri.
Sebenarnya desa itu adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsure-unsur fisiografi, sosial ekonomi, politik dan cultural yang saling berinteraksiantar unsure tersebut dan juga antar daerah lain.       
Mendasarkan diri pada tingkat pendidikan dan tingkat teknologi penduduknya masih tergolong belum berkembang maka kenampakannya adalah sebagai wilayah yang tidak luas, dengan corak kehidupan yang sifatnya agraris dengan kehidupan yang sederhana. Jumlah penduduknya tidak besar dan wilayah ini relatif jauh dari kota. Wilayah ini pada umumnya terdiri dari pemukiman penduduk, pekarangan dan pesawahan. Jaringan jalan belum begitu padat dan sarana transportasi sangat langka.
Kemajuan Negara dan kehidupan modern telah banyak pula menyentuh daerah atau wilayah pedesaan, sehingga wujud desah sudah menunjukan banyak perubahan.

v Unsur-Unsur Desa
a.       Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
b.      Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
c.       Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa. Jadi menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa.

Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat. Masyarakat merupakan suatu “gemeinshaft”  yang memiliki unsur gotong royong yang kuat. Hal ini dapat dimengerti karena penduduk desa merupakan “face group” dimana mereka saling mengenal betul seolah mereka mengenal diri sendiri.
                                Faktor lingkungan geografis memberi pengaruh juga terhadap kegotongroyongan ini, misalnya:
o   Faktor topografi setempat yang memberikan suatu ajang hidup dan suatu bentuk adaptasi kepada penduduk.
o   Factor iklim yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap penduduk terutama petani-petaninya.
o   Factor bencana alam seperti letusan gunung, gempa bumi, banjir yang harus dihadapi dan dialami bersama.

v Fungsi desa
Pertama dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland” atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, dan sebagainya serta bahan makanan yang berasal dari hewan ternak.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentahdan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan dan sebagainya.

Perkembangan teknologi pada masyarakat desa terjadi sangat lamban, semua berjalan sangat tradisional barang-barang produksinya adalah barang pertanian maupun barang kerajinan, yang semuanya tersebut dikerjakan secara tradisional

Dari uraian di atas, maka secara singkat cirri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut.
a.    Homogenitas sosial
Masyarakat desa terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama/homogeny.
b.    Hubungan Primer
Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara musyawarah.
c.     Kontrol sosial yang Ketat
Setiap anggota masyarakat saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota lain
d.    Gotong royong
Nilai-nilai gotong royongpada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya.
e.    Ikatan sosial
Setiap anggota masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat.
f.     Magis religius
Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam.
g.    Pola Kehidupan
Masyarakat desa bermata pencaharian di bidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.