PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. Pengertian individu
Individu berasal dari
kata latin individuum artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan
yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan
terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak
dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia
perseorangan.
B. Pengertian pertumbuhan
Walaupun terdapat
perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu
adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa.
Perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.
Menurut para ahli yang menganut aliran
asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Dalam membahas pertumbuhan itu ada
bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat di golongkanmenjadi 3,
yaitu:
a) Pendirian nativistik
b) Pendirian empristik dan environmentalistik
c) Pendirian konvergensi dan interaksionisme
d) Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
· Masa vital yaitu dari 0.0 sampai kira-kira 2.0
· Masa estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun
· Masa intelektual dari kira-kira 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun
atau 14.0 tahun.
· Masa sosial kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur
20.0 tahun atau 21.0 tahun
a. Masa Vital
Pada masa vital
iniindividu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal
dalam dunianya. Menurut Freud tahun pertama dalam kehidupan individu sebagai
masa oral, karna mulut dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan.
b. Masa estetik
Masa estetik ini
dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik
diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi
pancaindra.
c. Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)
Setelah anak melewati
masa goncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung
dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk di didik dari padamasa-masa
sebelum dan sesudahnya.
d. Masa remaja
Masa remaja adalah
masa dimana banyak menarik peratian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat
khas yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya.
2) Macam-macam Fungsi Keluarga
Pekerjaan – pekerjaan
yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci ke dalam
beberapa fungsi, yaitu:
a. Fungsi Biologis
Persiapan perkawinan
yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya dapat berbentuk
antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan
untuk mengurus rumah tangga bagi ang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami,
memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia pada
hakiaktnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup
keturunannya, melalui perkawinan.
b. Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan
untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c. Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan
kebutuhan pokok manusia, yaitu:
i. Kebutuhan makan dan minum
ii. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
iii. Kebutuhan tempat tinggal.
Berhubungan dengan
fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk
berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum,
cukup pakaian serta tempat tinggal.
d. Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan
untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam
pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini
kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh
generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk
antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang baik
burukna perbuatan dan lain-lain.
Dengan fungsi ini
keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya
dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat
serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka jalankan keak bila
dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Dalam buku Ilmu Sosial
Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi
keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
i. Pembentukan kepribadian
ii. Sebagai alat reproduksi
iii. Keluarga merupakan eksponen dari
kebudayaan masyarakat
iv. Sebagai lembaga perkumpulan
perekonomian.
v. Keluarga berfungsi sebagai pusat
pengasuhan dan pendidikan
MAKNA KELUARGA
Keluarga merupakan
kelompok primer yang paling pentik didalam masyarakat. Keluarga merupakan
sebuah group dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan ini berlangsung
lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Keluarga yang bersifat murni
merupakan satu kesatuan social mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana
saja dalam satuan masyarakat manusia.
5 macam sifat
terpenting :
1) Hubungan suami-isteri
Hubungan ini mungkin
berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu singkat saja, ada yang
berbentuk monogamy, ada pula yang berbentuk poligami.
2) Bentuk perkawinan dimana suami-istri itu diadakan dan dipelihara
Dalam pemilihan jodoh
bisa dilihat apakah calon suami-istri dipilih oleh orangtuanya, atau diserahkan
langsung kepada yang bersangkutan. Selanjutnya perkawinan ini ada yang
berbentuk indogami (kawin di dalam golongan sendiri) atau exogami (kawin diluar
golongan sendiri).
3) Susunan nama-nama termasuk dan istilah-istilah termasuk menghitung jumlah
keturunan
4) Milik atau harga benda keluarga
Dimanapun keluarga itu
berada pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya
5) Pada umumnya keluarga itu tempat bersama
C. MAKNA MASYARAKAT
Ada beberapa definisi mengenai masyarakat seperti misalnya:
· R. Linton: masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama tinggal dan
bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir
tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
· M.J. Herkovist: masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan
dan mengikuti satu cara hidup tertentu
· J.P Gillin dan J.L. Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang
terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang
sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
· S.R. Steinmetz : kelompok manusia yang terbesar yang meliputi
pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, dan mempunyai
perhubungan erat dan teratur.
· Hasan Shadily : golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan
atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh
kebatinan satu sama lain.
Mengingat
definisi-definisi masyarakat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat
harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
Ø Harus ada pengumpulan manusia, bukan binatang, dan harus banyak
Ø Telah bertempat tinggal yang lama dalam suatu daerah tertentu.
Ø Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju
kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Menurut Ellwood, factor-faktor yang
menyebabkan manusia hidup bersama ialah:
a. Dorongan untuk mencari makan, untuk mencari makan akan terasa lebih mudah
bila dilakukan bersama-sama.
b. Dorongan untuk mempertahankan diri.
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Manusia dalam
bentuk manapun tersusun dalam kelompok-kelompok. Fakta ini menunjukan
manusiamempunyai social akan pembawaan kemasyarakatan ( sejumlah sifat-sifat
dapat berkembang dalam pergaulan dengan sesamanya) seperti hasrat bergaul dan
sebagainya.
Suatu himpunan manusia
supaya merupakan kelompok social harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:
Ø Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia adalah bagian dari kelompoknya.
Ø Ada hubungan timbale balik antara naggota-anggotanya
Ø Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang sama,
kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan sebagainya.
Kurang lebih 81,2%
dari wilayah Indonesia bertempay yinggal di desa. Partisipasi masyarakat
pedesaan amat diperlukan bagi pembangunan dan sekaligus akan meningkatkan
penghidupanmasyarakat dipedesaan.
Setiap Program
Pembangunan di desa dimaksudkan untuk membantu dan memacu masyarakat desa
membangun berbagai sarana dan prasarana desa yang diperlukan. Sebelum
berbincang mengenai fungsi dan peranan desa, perlu diketahui dahulu arti desa
itu sendiri.
Sebenarnya desa itu
adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok manusia dengan
lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah wujud atau kenampakan di muka
bumi yang ditimbulkan oleh unsure-unsur fisiografi, sosial ekonomi, politik dan
cultural yang saling berinteraksiantar unsure tersebut dan juga antar daerah
lain.
Mendasarkan diri pada
tingkat pendidikan dan tingkat teknologi penduduknya masih tergolong belum
berkembang maka kenampakannya adalah sebagai wilayah yang tidak luas, dengan
corak kehidupan yang sifatnya agraris dengan kehidupan yang sederhana. Jumlah
penduduknya tidak besar dan wilayah ini relatif jauh dari kota. Wilayah ini
pada umumnya terdiri dari pemukiman penduduk, pekarangan dan pesawahan.
Jaringan jalan belum begitu padat dan sarana transportasi sangat langka.
Kemajuan Negara dan
kehidupan modern telah banyak pula menyentuh daerah atau wilayah pedesaan,
sehingga wujud desah sudah menunjukan banyak perubahan.
v Unsur-Unsur Desa
a. Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta
penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas dan batas yang merupakan
lingkungan geografis setempat.
b. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan,
persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
c. Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan
warga desa. Jadi menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa.
Corak kehidupan di
desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat. Masyarakat merupakan suatu
“gemeinshaft” yang memiliki unsur gotong royong yang kuat. Hal ini dapat
dimengerti karena penduduk desa merupakan “face group” dimana mereka saling mengenal
betul seolah mereka mengenal diri sendiri.
Faktor lingkungan geografis memberi pengaruh juga terhadap kegotongroyongan
ini, misalnya:
o Faktor topografi setempat yang memberikan suatu ajang hidup dan suatu
bentuk adaptasi kepada penduduk.
o Factor iklim yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap
penduduk terutama petani-petaninya.
o Factor bencana alam seperti letusan gunung, gempa bumi, banjir yang harus
dihadapi dan dialami bersama.
v Fungsi desa
Pertama dalam
hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan “hinterland” atau daerah
dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok seperti
padi, jagung, ketela, dan sebagainya serta bahan makanan yang berasal dari
hewan ternak.
Kedua, desa ditinjau
dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentahdan tenaga
kerja yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi
kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa
industri, desa nelayan dan sebagainya.
Perkembangan teknologi
pada masyarakat desa terjadi sangat lamban, semua berjalan sangat tradisional
barang-barang produksinya adalah barang pertanian maupun barang kerajinan, yang
semuanya tersebut dikerjakan secara tradisional
Dari uraian di atas, maka
secara singkat cirri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya dapat
disimpulkan sebagai berikut.
a. Homogenitas sosial
Masyarakat desa
terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah
laku maupun kebudayaan sama/homogeny.
b. Hubungan Primer
Pada masyarakat desa hubungan
kekeluargaan dilakukan secara musyawarah.
c. Kontrol sosial yang Ketat
Setiap anggota masyarakat saling
mengetahui masalah yang dihadapi anggota lain
d. Gotong royong
Nilai-nilai gotong
royongpada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya.
e. Ikatan sosial
Setiap anggota
masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat.
f. Magis religius
Kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam.
g. Pola Kehidupan
Masyarakat desa
bermata pencaharian di bidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan
dan peternakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar