Jenis Kritik : Kriti Deskriptif
Kritik Depiktif Depictive
Criticism (Gambaran bangunan)
Depictive kritik tidak dapat
disebut kritik sepenuhnya karena tidak menggunakan pertanyaan baik atau buruk.
Kritik ini focus pada bagian bentuk, material, serta teksture. Depictictive
kritik pada sebuah bangunan jarang digunakan karena tidak menciptakan sesuatu
yang controversial, dan dikarenakan cara membawakan verbal mengenai fenomena
fisik jarang provocative atau seductive to menahan keinginan pembaca untuk
tetap memperhatikan. Fotografi paling sering digunakan ketika ketelitian dalam
penggambaran bahan bangunan diinginkan.
Static (Secara Grafis)
Memfokuskan pada elemen-elemen
bentuk (form), bahan (material), dan permukaan (texture). Dapat dilakukan
melalui beberapa cara survey antara lain : fotografi, diagram, pengukuran dan
deskripsi verbal (kata-kata)
Dynamic (Secara Verbal)
Aspek dinamis depictive mencoba
melihat bagaimana bangunan digunakan bukan dari apabangunan dibuat. Aspek dinamis mengkritisi bangunan melalui : Bagaimana
manusia bergerak melalui ruang-ruang sebuah bangunan? Apa
yang terjadi disana? Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah
lingkungan fisik? Bagaimana bangunan dipengaruhioleh kejadian-kejadian yang ada didalamnya dan
disekitarnya?
Process (Secara Prosedural)
Merupakan satu bentuk depictive
criticism yang menginformasikan kepada kita tentang proses bagaimanasebab-sebab
lingkungan fisik terjadi seperti itu. Kalau kritik yang lain dibentuk melalui
pengkarakteristikan informasi yang datang ketika bangunan itu telah ada, maka
kritik depictive (aspek proses) lebih melihat pada langkah-langkah keputusan
dalam proses desain yang meliputi :
Kapan bangunan itu mulai
direncanakan dan Bagaimana perubahannya.
Kelebihan kritik despriktif : Dengan kritik ini kita bisa mengetahui suatu karya sampai
seluk beluknya. Metode dari deskripsi ini dapat di kritisi secara induktif,
dari hal yang umum ke khusus ataupun deduktif dari hal yang khusus ke umum.
Metode kritik ini tidak bertujuan untuk pengembangan karya selanjutnya seperti
metode impresionis yang menggunakan hasil kritik untuk karya selanjutnya.
Kekurangan kritik desktiptif : Hanya menjelaskan secara singkat tentang isi, proses, dan
pencipta sebuah karya.
Gedung Bank Mandiri Kota Tua
Berangkat dari rangkaian sejarah bank-bank pendahulu maupun
bank-bank merger yang melebur menjadi PT Bank Mandiri, maka diperlukan upaya
untuk menjaga agar rangkaian sejarah tersebut tidak terputus dan terlupakan
begitu saja. Hal ini dilakukan dengan cara mengabadikan koleksi perkembangan
sejarah Bank Mandiri secara utuh.
Museum Bank Mandiri yang terletak di Jalan Lapangan Stasiun Nomor
1 (Stationsplein 1 – Binnen Niuewpoortstraat) merupakan bangunan peninggalan
masa kolonial. Dahulunya berada dalam satu taman yang menyatu dengan Stasiun
Kereta Api Jakarta-Kota atau Beos (Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij).
Awal sejarahnya bangunan ini merupakan Kantor Wilayah
Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) di Hindia Timur yang lebih dikenal
dengan nama de Factorij Batavia
Dengan lahirnya Bank Mandiri tanggal 2 Oktober 1998 dan
bergabungnya empat bank pemerintah: Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim),
Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD), dan Bank Pembangunan Indonesia
(Bapindo) ke dalam Bank Mandiri, maka gedung warisan sejarah ini pun beralih
menjadi salah satu aset Bank Mandiri.
Bangunan ini dirancang oleh arsitek NHM, J.J.J. de Bruyn bekerja
sama dengan arsitek Belanda lainnya, A.P. Smits dan C. van de Linde yang
keduanya bekerja pada biro arsitek Hulswit, Fermont and Ed. Cuipers.
Arsitektur gedung berlantai empat seluas 21.509 M2 ini cenderung
sederhana, berbentuk simetris dengan keberadaan taman di tengah gedung, dan
main entrance tepat di tengah bagian depan bangunan. Lantai dasar gedung ini
dibuat lebih tinggi dari jalan raya, sehingga kesan entrance-nya terasa anggun.
Lantai lobi, ruang rapat, dan ruang direksinya memakai bahan mozaik keramik
bercampur kaca (glasmozaiek-tegels). Sedangkan ruangan yang lain memakai tegel
ubin (vloertegels) berwarna hitam, abu-abu dan merah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar